Sharing Tips & Tricks Android, PC, Internet | Other

Apa Itu Radiasi Sinar Biru Gadget? Resiko dan Cara Mengatasi nya?


radiasi sinar biru
Mahdaf Webs - Di zaman yang serba modern ini, banyak orang menghabiskan waktu bersama gadget elektronik kesayangan mereka.

Masyarakat di Indonesia atau bahkan di dunia mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa hampir semuanya telah mempunyai yang namanya Smartphone, baik Android maupun iOS. Dan pasti Kamu juga punya kan?

Misalnnya saja, ada orang suka berada di depan PC atau smartphone dengan berbagai macam alasannya seperti main game atau mengerjakan tugas atau lainnya.

Dan itu semua sangatlah rentan terkena efek berbahaya dari radiasi sinar biru gadget. Dan dapat merusak mata secara perlahan-lahan. Perlu dilakukan pencegahan agar mata kita tidak rusak.

Lalu bagaimana agar kita dapat melindungi indera penglihatan dari radiasi tanpa harus berhenti menggunakan gadget tersebut?

Em....

Oke, kali ini Mahdaf bakal berbagi mengenai beberapa Informasi seputar dari radiasi sinar blue light/pancaran radiasi sinar biru dari smartphone android/ponsel dan komputer/laptop dan bagaimana cara mengatasi hal tersebut.

Baca Juga

Apa Itu Sinar Biru?

Sinar biru (Blue Light) merupakan pancaran sinar radiasi yang memantul dari layar gadget berteknologi seperti, tablet, smartphone, laptop, juga PC. Pada mulanya, sinar biru ini dibuat menyerupai komponen sinar matahari yang membuat manusia bangun dan beraktifitas pada pagi hingga siang dan pada malam hari bersitirahat.

Namun, ada dampak buruknya ketika sinar biru ini tetap memancar pada malam hari, karena akan mengganggu siklus tidur dan membuat pengguna gadget semakin fokus terjaga.. (Dikutip dari eyevit.co.id

Dalam ilmu kesehatan mata, blue light atau sinar biru digolongkan sebagai high-energy visible light (HEV light), yaitu sinar tampak dengan panjang gelombang pendek, sekitar 415 hingga 455 nm, dan tingkat energi yang tinggi.

Sumber alami terbesar dari sinar jenis ini adalah matahari. Selain matahari, ada juga sinar biru yang berasal dari berbagai layar digital, seperti layar komputer, televisi, maupun smartphone dan peralatan elektronik lainnya untuk meningkatkan keterangan dan kejelasan layar.

Beberapa jenis pencahayaan modern, seperti lampu LED (light-emitting diode) dan CFL (compact fluorescent lamps), juga mengemisikan sinar biru dalam level yang tinggi.

Karena terkandung pada sinar matahari, maka manusia akan sering terpapar sinar biru pada saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Pada siang hari, sinar biru merupakan sinar yang bermanfaat dalam meningkatkan perhatian dan mood seseorang.

Sinar biru dari matahari juga berperan dalam pengaturan siklus tidur alami seseorang, dikenal sebagai circadian rhythm.

Namun, sinar biru akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan seseorang ketika seseorang terlalu sering terkena paparan sinar biru yang berasal dari layar perangkat elektronik pada malam hari.

Apa saja risiko yang mungkin terjadi jika keseringan terpapar Blue Light?

kelelahan mata karena gadget

  • Mengganggu ritme sirkadian
Paparan sinar biru yang berlebihan pada malam hari bisa menyebabkan penurunan dalam produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur seseorang. Secara normal, tubuh memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang sedikit pada siang hari, kemudian akan bertambah jumlahnya pada malam hari, beberapa jam sebelum tidur, dan mencapai puncaknya pada tengah malam.

Terlalu banyak terkena paparan sinar, terutama sinar biru, pada malam hari mengakibatkan mundurnya jadwal tidur seseorang, bahkan bisa me-reset jam tidur orang tersebut pada jangka waktu yang panjang.

Para ilmuwan melakukan percobaan mengenai hubungan antara produksi melatonin dalam tubuh dan panjang gelombang sinar. Hasil dari percobaan ini menunjukkan bahwa manusia menghasilkan puncak sensitivas pada sinar yang berada dalam panjang gelombang spektrum sinar biru.

Pada tahun 2014, para ahli neurosains juga meneliti tentang perbedaan jam tidur orang yang membaca buku menggunakan kertas dengan orang yang membaca buku menggunakan perangkat digital, lebih dikenal sebagai e-book. Ketika memasuki jam tidur yang telah ditentukan, para partisipan yang membaca buku melalui perangkat digital masih terlihat segar dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tertidur, serta mempunyai fase REM (Rapid Eye Movement) lebih sedikit dibanding mereka yang membaca buku melalui media kertas.

Setelah melewati delapan jam waktu tidur, mereka yang membaca menggunakan perangkat digital menjadi lebih mengantuk dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bangun. Hal ini menunjukkan bahwa terkena paparan sinar biru dari perangkat digital bisa mengubah circadian rhythm atau lebih mudahnya bisa disebut jadwal tidur seseorang.
  • Menyebabkan kerusakan retina
Mata manusia tidak mempunyai proteksi yang cukup dari paparan sinar biru, baik yang berasal dari sinar matahari maupun peralatan elektronik. Sebuah studi dari Harvard menyatakan bahwa sinar biru telah lama di identifikasikan sebagai sinar yang paling berbahaya bagi retina. Setelah menembus bagian luar mata, sinar biru akan mencapai bagian terdalam mata, yaitu retina, dan bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan pada retina. Pada paparan sinar biru yang berlebih, risiko seseorang untuk terkena degenerasi makula, glaukoma, dan penyakit retina degeneratif.

Kesehatan makula mempengaruhi kemampuan mata untuk melihat sesuatu dalam detail yang jelas. Pada anak-anak di bawah sepuluh tahun, hal ini akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi karena kondisi mata yang belum sepenuhnya sempurna. Lensa dan kornea mata anak masih sangat transparan dan rentan terekspos sinar, sehingga teralu banyak paparan sinar biru merupakan hal yang harus dihindari demi menjaga mata anak.
  • Menyebabkan kelelahan pada mata
Seiring dengan perkembangan zaman, kebanyakan orang menghabiskan waktu di depan layar digital, mulai dari layar komputer di tempat kerja, ponsel, hingga layar televisi. Kegiatan-kegiatan ini menyebabkan suatu kondisi kelelahan mata yang dikenal sebagai digital eyestrain, suatu kondisi medis yang bisa mempengaruhi produktivitas seseorang.

Gejala dari digital eyestrain antara lain pandangan yang kabur, susah fokus, mata iritasi dan kering, sakit kepala, leher, hingga punggung. Selain jarak antara mata dengan layar dan durasi penggunaan, sinar biru yang diemisikan oleh layar juga berperan sebagai faktor kunci dari kelelahan mata ini.

Cara agar kita dapat melindungi mata dari radiasi tanpa harus berhenti menggunakan gadget tersebut?

Kebiasaan memakai perangkat elektronik pada malam hari memang sulit dihilangkan, tapi untuk mengurangi risiko dari paparan sinar biru, kita bisa menurunkan tingkat pencahayaan yang tersedia di perangkat elektronik atau menyalakan mode malam hari yang tersedia.

Baca: Aplikasi Untuk Mengurangi Sinar Biru Gadget

Namun, untuk memangkas habis risiko-risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh paparan sinar biru pada malam hari, kita harus menjauhkan atau mematikan perangkat elektronik pada malam hari beberapa jam sebelum tidur dan mematikan lampu pada saat tidur.

Jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan atau sayur yang banyak vitamin A nya ya..

Nah, itu dia penjelasan mengenai radiasi sinar biru pada gadget dan cara mengurangi resiko nya. Akhir kata, semoga mata kita terlindungi dan jaga kesehatan mata kamu ya..!

Semoga bermanfaat.

Dikutip dari eyevit, hellosehat.
Banner: hellosehat

KeAtas