Learning Science | Tips & Tricks Android, PC, Internet | Other

Today Is

Metode Ilmiah & Keselamatan Kerja


Mahdaf Webs - Di artikel kali ini, Mahdaf akan membahas tentang metode ilmiah, kerja ilmiah, keterampilan & sikap ilmiah, mikroskop, dan keselamatan kerja. Untuk lebih lanjut, mari kita simak uraian berikut ini.

Kerja Ilmiah

       Ilmu pengetahuan selalu berkembang, hal ini disebabkan oleh sifat dasar manusia yang selalu merasa ingin tau yang mendorongnya untuk melakukan suatu penelitian. Perubahan dapat terjadi dari waktu ke waktu. Sesuatu yang tadinya dianggap benar dapat tumbang bila telah ditemukan hasil penelitian baru yang mengoreksi kebenarannya.

       Pengetahuan yang diperoleh melalui suatu penelitian digolongkan dalam pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang diperoleh dengan cara ini lebih dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pengetahuan yang didapat melalui prasangka, coba-coba, intuisi, ataupun tidak sengaja digolongkan pengetahuan non ilmiah.

       Kita juga bisa berkesempatan jadi ilmuwan. Dimulai dengan memerhatikan lingkungan, menemukan masalah, dan mencoba untuk memecahkannya. Cara yang dapat ditempuh adalah melalui suatu metode yang dikenal istilah Metode Ilmiah.

Metode Ilmiah

       Metode ilmiah merupakan suatu metode yang tersusun secara sistematis untuk memecahkan suatu masalah yang timbul dalam ilmu pengetahuan, demikian juga dalam biologi. Metode ilmiah dapat digunakan untuk meneliti setiap masalah karena mengandung penalaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap orang dapat menguji kembali kebenaran hasil penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah. Dengan demikian, ilmu pengetahuan semakin maju dan berkembang.

       Berikut langkah-langkah dalam metode ilmiah:
1. Menentukan/merumuskan masalah
2. Melakukan observasi (mengumpulkan data)
3. Menyusun hipotesis/dugaan
4. Melakukan eksperimen/percobaan untuk menguji hipotesis
5. Menarik kesimpulan

Keterampilan & Sikap Ilmiah

       Untuk menekuni suatu bidang ilmiah, diperlukan rasa ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahu dapat terpuaskan dengan melakukan studi pustaka. Namun, rajin membaca saja belum cukup. Diperlukan pembiasaan diri berpola pikir seperti saintis, yaitu berpikir secara ilmiah melalui penelitian dan percobaan. Untuk dapat berpola pikir seperti saintis, perlu dikembangkan keterampilan kerja ilmiah, antara lain
  1. Keterampilan pengamatan,
  2. Keterampilan mengelompokkan,
  3. Keterampilan mengomunikasikan,
  4. Keterampilan menafsirkan,
  5. Keterampilan bertanya, serta
  6. Keterampilan merencanakan kegiatan percobaan.

       Dalam menerapkan metode ilmiah, selain keterampilan ilmiah , seorang ilmuwan juga harus memiliki sikap ilmiah, antara lain
  1. Rasa ingin tahu: selalu berusaha mencari jawaban terhadap permasalahan sains;
  2. Jujur: selalu mencatat data yang diperoleh sesuai kenyataan;
  3. Tekun: tidak mudah berputus asa;
  4. Teliti: cermat dan saksama dalam segala hal;
  5. Objektif: mau mengakui pendapat orang lain apabila pendapat itu benar;
  6. Terbuka: mau berkerja sama dan menerima kritik serta saran orang lain.

Mikroskop

       Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati benda berukuran sangat kecil. Selengkapnya, dapat anda baca disini 》Penjelasan, Fungsi, dan Jenis-jenis Mikroskop .

Keselamatan Kerja

       Keselamatan kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan kegiatan di sekolah, baik dikelas, di laboratorium, maupun di bengkel kerja. Laboratorium merupakan suatu ruangan yang dirancang khusus sebagai tempat melakukan aktivitas pengamatan maupun percobaan dengan aman. Untuk menciptakan keselamatan kerja ketika beraktivitas di laboratorium, kita harus mengikuti aturan keselamatan sebagai berikut.
- Jangan masuk ke dalam laboratorium tanpa didampingi guru.
- Kenakan baju (jas) praktikum ketika melakukan praktikum di dalam laboratorium.
- Periksa meja dan bangku yang akan diguanakan. Meja dan bangku harus dalam keadaan bersih. Jika ada zat kimia tercecer,  segera bersihkan dengan lap.
- Periksa alat-alat laboratorium yang akan digunakan. Jika ada yang rusak, laporkan kepada guru.
- Gunakan alat-alat laboratorium yang bersih. Setelah selesai melakukan praktikum, cucilah alat-alat yang digunakan. Kemudian letakkan di tempat semula.
- Jangan membawa alat-alat dan bahan laboratorium keluar dari laboratorium.
- Jangan membawa makanan/minuman.
- Jika terjadi kecelakaan/cedera segera laporkan kepada guru.
- Tutuplah kran air dan matikan pembakar spiritus setelah selesai digunakan.
- Laporkan setiap kecelakaan sekecil apapun kepada guru.
- Ikutilah petunjuk guru pada saat melakukan kegiatan di laboratorium.
       Banyak bahan kimia yang digunakan di dalam laboratorium bersifat berbahaya. Oleh karena itu, bahan-bahan tersebut dikemas dalam botol yang diberi label dan simbol tertentu. Beberapa simbol dapat dilihat pada gambar berikut.

       Meskipun sudah berhati-hati, kadang kala kecelakaan tidak dapat dihindari. Tabel berikut mencantumkan beberapa usaha pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan di laboratorium. Jika pertolongan pertama tudak membantu, segerlah bawa korban ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Demikian pembahasan kali ini, Semoga bermafaat!

Sumber:
- Supliyadi, dkk. 2008. IPA Terpadu MTs/SMP VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
-Tim Penulis. 2015. Semangat Meraih Prestasi IPA 1B. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Bagikan Ke Socmed!! :


Tag : Biologi, IPA
0 Komentar untuk "Metode Ilmiah & Keselamatan Kerja"

Back To Top