Learning Science | Tips & Tricks Android, PC, Internet | Other

Today Is

Komponen Penyusun Ekosistem

Mahdaf Webs - Di artikel pos yang lalu kita telah membahas tentang pengertian ekosistem dan kali ini Mahdaf Webs akan membahas tentang komponen penyusun ekosistem. Apa sajakah komponen penyusun ekosistem itu? Apa penjelasannya? Mari kita simak uraian berikut ini.

Komponen Penysun Ekosistem


Suatu ekosistem tersususn atas komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi dan saling berinteraksi. Berikut komponen penyusun ekosistem.

A. Komponen Biotik
Berdasarkan peran dan fungsinya di dalam ekosistem, makhluk hidup di dalam ekosistem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu produsen, konsumen, dekomposer dan detritivor. Produsen berperan sebagai penghasil, konsumen berperan sebagai pemakan, dan dekomposer & detritivor berperan sebagai pengurai.

  1. Produsen
      Produsen adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintezis. Semua organisme berklorofil tergolong produser. Contohnya adalah ganggang, lumut, dan tumhuhan hijau.
       Tumbuhan melakukan fotosintesisdengan pertolongan cahaya. Hasil fotosintesis adalah gula. Kemudian gula diubah menjadi zat tepung(karbohidrat). Selain itu, gula diubah juga menjadi bahan organik yang lain. Karbohidrat, protein dan lemak merupakan bahan makanan yang kaya energi. Artinya, produser dapat mengubah energi cahaya menjadi energi kimia pada makanan. Makanan itu akan menjadi sumber energi bagi produser dan makhluk hidup lainnya.

  2. Konsumen
      Konsumer berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan tak berklorofil, misalnya tali putri, termasuk konsumer. Konsumer memakan bahan organik yang dihasilkan oleh produser. Jadi, konsumer sangat tergantung pada produser karena konsumer tidak mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Di dalam tubuh konsumer, zat organik itu dirombak untuk disusun kembali menjadi zat organik lain yang sesuai.
       Konsumer bertingkat-tingkat sampai terakhir yaitu konsumer puncak. Biasanya, Konsumer puncak dalam ekosistem merupakan konsumer tingkat empat.

  3. Dekomposer
       Sampah atau bangkai membusuk karena adanya proses pembusukan dan penguraian oleh dekomposer. Yang tergolong dekomposer adalah bakteri pembusuk dan jamur. Bakteri pembusuk dan jamur menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik, air, dan gas. Selanjutnya hasil penguraian tersebut dimanfaatkan lagi oleh produser.

  4. Detritivor
       Detritivor adalah kelompok makhluk hidup yang memakan remukan jaringan tumbuhan atau hewan yang lapuk. Contoh: cacing tanah, serangga. Sebernarnya antara dekomposer dan detritivor hampir sama, hanya saja kalau dekomposer cenderung ke tumbuhan sedangkan detritivor cenderung ke hewan,

B. Komponen Abiotik
Di dalam suatu ekosistem, komponen abiotik sangat mempengaruhi kehidupan komponen biotik. Komponen abiotik ekosistem meliputi energi matahari, angin, mineral yang terdapat ditanah, oksigen, karbondioksida dan air.

  1. Gas Karbon dioksida dan oksigen
       Jumlah gas karbon dioksida di udara sekitar 0,3%, sedangkan gas oksigen mencapai 21%. Gas karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis. Gas oksigen sangat diperlukan tumbuhan, hewan dan manusia untuk bernafas. Di dalam ekosistem terjadi daur oksigen dan karbon dioksida melalui proses pernapasan dan fotosintesis.

  2. Air
       Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tubuh organisme 90% terdiri dari air. Air berfungsi sebagai pelarut dan bahan baku proses di dalam tubuh. Bila tidak ada air, tumbuhan hijau tidak berfotosintesis, tubuhnya layu, dan akhifnya mati. Demikian juga hewan akan mati, bila tidak ada air.
       Sebagai contoh, di suatu batang tanaman sering terdapat lumut atau tumbuhan epifit yang berbeda, antara sisi batang yang menghadap ke arah timur dan barat. Di sisi batang yang menghadap ke arah timur, air cepat mengering oleh cahaya matahari. Akibatnya, sisi batang ini kering, sehingga keanejaragaman tumbuhan epifit rendah. Sebaliknya, di sisi batang yang menghadap ke barat tersedia cukup air, sehingga keanekaragaman tumbuhan epifit lebih tinggi. Keberadaan tumbuhan epifit itu dapat digunakan untuk menentukan arah bagi orang yang tersesat di hutan.

  3.Tanah
       Tanah sangat penting untuk kehidupan. Tanah menyediakan habitat dan sumber makanan bagi tumbuhan dan hewan.
       Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan. Jenis tanah berbeda-beda tergantung pada jenis batuan asalnya. Tanah mengandung air tanah, udara tanah, garam mineral dan humus. Tanah yang mengandung humus merupakan tanah yang subur.
       Tanah yang subur akan dihuni oleh beraneka  ragam organisme. Sebaliknya, tanah yang tandus mempunyai keanekaragaman organisme yang rendah. Dengan demikian, tanah berpengaruh terhadap keanekaragaman organisme. Kotoran dan sisa tubuh organisme akan diuraikan oleh mikroorganisme  dan kemudian menjadi penyusun tanah yang subur.

  4. Suhu
       Suhu di permukaan bumi dipengaruhi oleh cahaya matahari yang jatuh di permukaannya. Suhu lingkungan juga dipengaruhi oleh adanya tumbuhan. Tanah yang gundul memiliki suhu yang lebih tinggi daripada tanah yang ditumbuhi tumbuhan. Suhu lingkungan berpengaruh terhadap jenis makhluk hidup yang menghuni lingkungan tersebut. Makhluk hidup umumnya hidup di daerah bersuhu sedang perubhan suhunyaa tidak mencolok.
       Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menganggu proses di dalam tubuh makhluk hidup. Sel tubuh dapat pecah pada suhu di bawah 0° C. Pada suhu di atas 45° C protein tubuh organisme dapat rusak.

  5. Kelembapan
       Daerah pegunungan memiliki kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Di daerah pegunungan  banyak terdapat tumbuhan epifit. Tumbuhan epifit hidup menempel pada pohon-pohon. Sebaliknya, di daerah pantai jarang terdapat tumbuhan epifit. Hal ini karena tumbuhan epifit memerlukan kelembapan udara yang tinggi untuk dapat hidup.

  6. Cahaya Matahari
       Cahaya matahari adalah sumber energi ekosistem. Cahaya matahari diperlukan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis. Hasil fotosintesis berguna sebagi makanan hewan dan manusia. Tumbuhan dan hewan tidak bisa hidup tqnpa cahaya. Cahaya juga mempengaruhi tingkah laku dan kegiatan hewan.
       Cahaya matahari juga mempengaruhi suhu lingkungan. Semakin tinggi itensitas cahaya matahari, semakin tinggi suhu lingkungannya, kerja sama antara faktor cahaya, suhu dan kelembapan menentukan iklim suatu wilayah.

  7. Ruangan
       Ruangan merupakan komponen abiotik yang digunakan makhluk hidup untuk hidup bergerak, tumbuh, dan berkembang biak. Ruangan yang cukup memungkinkan makhluk hidup untuk mendapatkan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Seringkali hewan melqkukan imigrasi karena ruangan tempat hidupnya terganggu.

  8. pH (derajat keasaman)

Demikian, pembahasan kita kali ini. nantikan pos menarik lainnya.
semoga bermanfaat. Terima kasih.

sumber:
- Istamar S, dkk. 2004. Sains Biologi SMP 1. Jakarta : PT Penerbit Erlangga.
-Tim Penulis. 2015. Semangat Meraih Prestasi IPA 1B. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Bagikan Ke Socmed!! :


Tag : Biologi, IPA
0 Komentar untuk "Komponen Penyusun Ekosistem"

Back To Top